Posted by : Unknown Senin, 06 Juli 2015


Si Kecil yang Terluka
Karya: Nani Setyawati


1.      Tema         : Lingkungan Hidup
2.      Alur           : Maju
Bukti: Novel “Si Kecil yang Terluka” tersebut menceritakan awal kejadian ketika tokoh “Kinit” sedang lulus SMU, ketika saat itu pula ayahnya meninggal dunia. Oleh karena itu Kinit menggantikan ayahnya untuk menghidupi ibu dan adiknya. Setiap hari, Kinit pergi ke ladang. Suatu hari saat ia pulang dari ladang, ia melihat induk orang utan bersama anaknya yang terjebak dalam kebakaran hutan. Kinit pun menolongya, namun sayang sang nduk pun mati. Lalu Kinit merawat anak orang utan tersebut hingga sembuh total dan melepaskannya kembali ke hutan.
3.      Penokohan:
a.       Kinit, memiliki watak baik, bertanggung jawab, suka menolong.
Bukti: Kinit merasa bertanggung jawab menggantikan posisi ayahnya yang sudah meninggal. Kinit tetap merawat anak orang utan yang diemukannya walau masyarakat tidak menyukainya.
b.      Mama Kinit, memiliki watak yang tekun.
Bukti: “ perempuan itu dengan tekun menungguinya.”
c.       Utuh, memiliki watak yang penyayang
Bukti: Utuh ikut merawat orang utan dengan penuh kasih sayang.
d.      Pak Persi memiliki watak suka menolong
Bukti: Pak Persi menolong pak rambang yang jatuh dari pohon.
e.       Pak Rambang, memiliki watak yang bertanggung jawab, baik hati dan cinta lingkungan.
Bukti: Pak Rambang setiap hari pergi ke ladang untuk bertani, mencari kayu bakar dan mencari ikan di sungai untuk menghidupi keluarganya. “Sepengetahuan saya, Pak Rambang adalah orang yang baik hati dan cinta lingkungan.”
f.       Pak Peyang, memliki watak pendendam.
Bukti: “Yang tidak mungkin, bisa jadi mungkin pak. Meskipun demikian, saya tetap dendam dengan orang utan,” kata pak Peyang yang sangat membenci orang utan.
g.      Tetua adat Desa Kasintu, memiliki watak bijaksana.
Bukti: “. . . itu kan sudah takdir Yang MahaKuasa. Sekarang yang paling penting, kta berdoa semoga almarhum diterima di sisi-Nya,” sela tetua adat Desa Kasintu.
4.      Setting atau Latar:
a.       Tempat:
·         Lapangan
Bukti: “Dedaunan berguguran, mengotori lapangan berumput hijau.”
·         SMU Bumi Isen Mulang Tewah
Bukti: “Remaja bermata sipit itu melewati dua pagar penyanggah yang papan bertuliskan SMU Bumi Isen Mulang Tewah.”
·         Sungai Kahayan
Bukti: “Sampan yang tertambat di tepi sungai Kahayan segera ia lepas.”
·         Rumah keluarga Rambang
Bukti: “Dari luar, rumah keluatga Rambang terlihat sepi.”
·         Desa Kasintu
Bukti: Desa Kasintu adalah desa dimana Kinit bertempat tinggal.
·         Kebun tengkawang
Bukti: “Kinit beranjak ke kebun tengkawang.”
·         Ladang
Bukti: “Kehadiran Kinit di ladangternyata mengundang burung elang yang terbang melayang-layang. . .”
·         Hutan
Bukti: Ketika Kinit pulang dari ladang, ia pergi dahulu ke hutan untuk melihat kebakaran.
b.      Waktu:
·         Pagi hari
Bukti: “Pancaran bola emas dari ufuk timur terhalang oleh kabut asap kelabu. Angin pagi berhembus sesaat…”
·         Malam hari
Bukti: “Alunan suara jangkrik d samping rumah pun ikut mewarnai suasana malam itu.”
·         Selama musim kemarau
Bukti: “Selama musim kemarau, wajar jika binatang-binatang itu berkeliaraan mencari makan.”
c.       Suasana:
·         Gembira
Bukti: “Mereka saling memadukan telapak tangannya dan meloncat-loncat kegirangan. . .”
·         Menegangkan
Bukti: “Keringat mengalir deras di pelipis dan lehernya. Jantungnya berdegup kencang.”
·         Sedih
Bukti: “Air mata Kinit tak terasa berlinang. Ia tak kuasa menahan kekecewaan karena ladangnya itu meningatkannya pada keuletan mendiang bapaknya.”
5.      Amanat:
a.       Kita harus menjaga kelestarian lingkungan kita, agar tidak terjadi kepunahan terhadap flora dan fauna yang ada di lingkungan kita.
b.      Sesama makhluk hidup, hendaknya kita saling menolong.
6.      Sudut Pandang: Orang ketiga pelaku utama
Bukti: penulis menceritakan pengalaman tokoh “Kinit” sebagai pelaku utamanya.
7.      Nilai:
a.       Nilai Kebudayaan:
·         Membunyikan garantung tiga kali/titih ketika ada orang meninggal dunia.
Bukti: “Pemuka masyarakat membunyikan garantung tiga kali. Kemudian terdengar titih/garantung tiga kali yang dibunyikan secara bersahutan. . . Berita kematan Pak Rambang dengan cepat tersebar.”
·         Menggunakan kata sapaan ikau untuk menyapa orang kedua.
Bukti: “Orangnya, ikau Kinit, kah!” teriak seseorang dari belakang Kinit.
b.      Nilai Religius
·         Masyarakat selalu berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi cobaan
Bukti: “. . . itu kan sudah takdir Yang MahaKuasa. Sekarang yang paling penting, kta berdoa semoga almarhum diterima di sisi-Nya,” sela tetua adat Desa Kasintu.
c.       Nilai Sosial
·         Masyarakat saling menolong apabila ada salah satu warganya ada yang kesusahan
Bukti: masyarakat berduyun-duyun datang ke rumah Pak Rambang untuk mebantu keluarg yang baru ditinggalkannya.
d.      Nilai Moral
·         Mengajarkan untuk bersikap sopan terhadap sesame meskipun orang tersebut tidak suka terhadap kita.
Bukti: Kinit tetap bersikap sopan terhadap orang-orang yang telah mencelanya karena Kinit memelihara orang utan yang dianggap masyarakat sebagai hewan yang membahayakan. 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Bahasa Indonesia - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -