Posted by : Unknown Senin, 06 Juli 2015


KUTIPAN
Tujuan
Untuk menegaskan isi uraian atau unuk membuktikan apa yang dikatakan penulis.
Kutipan:
            Pinjaman kalimat/pendapat seorang pengarang atau ucapkan seseorng yang terkenal, baik terdapat dalam buku maupun majalah-majalah.
Jenis Kutipan
1.      Kutipan langsung
Pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata dem kata, kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli.
2.      Kutipan tak langsung
Pinjaman pendapat seorang pengarang atau tokoh terkenal berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tsb.

Prinsip-prinsip mengutip
1.      Jangan mengadakan perubahan
2.      Bila ada kesalahan, beri perbaikan dalam tanda kurung kotak atau diberi tanda  [sic] dibelakang kata yang salah tersebut.
3.      Menghilangkan bagian kutipan dengan tiga titik berspasi [. . .].

Contoh:
Pada musim penghujan seperti ini, banyak petani cabai yang kesusahan karena cabai-cabainya busuk terkena air hujan yang berlebihan. Akibatnya, harga cabai melonjak drastis dan menyebabkan para pedagang gulung tikar, belum lagi para konsumen. Untuk itu perlu penangan khusus untuk membudidayakan cabai pada musi penghujan.

Salah satu cara budidaya cabai yang cocok diterapkan pada musim hujan adalah dengan menanamnya di kantong plastik atau di dalam pot ember. Penanaman cabai di dalam kantong plastik ini dapat dilakukan di dalam greenhouse dengan sistem hidroponik, bisa juga dilakukan di tempat terbuka dengan menggunakan media tanah dan pupuk kandang serta perlakuan perawatan seperti pada  penanaman di lahan dengan menggunakan mulsa plastik. (Wiryanta, 2006: 67).

Berbeda dengan tanaman cabai, pacar air justru akan tumbuh dengan baik pada musim penghujan, karena pacar air hidup di tempat lembab dengan cukup matahari atau sedikit terlindung. Selain itu perawatan pacar air juga lebih mudah dibandingkan dengan cabai.

Perbanyakan tumbuhan pacar air dengan menggunakan biji. Pacar air dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan ini memerlukan tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung. (Hariana, 2007: 151).


Cahaya merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Sedangkan memilki berbagai jenis warna yang dihasilkan oleh benda yang dilaluinya.
Saat cahaya menabrak atom, elektron menjadi tereksitasi (elektron menyerap energi dari cahaya dan bergerak menjauhi inti atom). Kemudian, elektron kembali ke posisinya semula dan melepaskan energi sebagai cahaya. Warna cahaya yang dilepaskan oleh atom tergantung pada seberapa jauh jatuhnya elektron dari inti. Jika elektron jatuh pada jarak jauh, atom melepaskan cahaya berenergi tinggi. (Nujatmika, 2011: 19).

Cara Menulis Bibliografi (Daftar Pustaka)
1.   Mengurutkan penulisan berdasarkan abjad.
2.      Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
3.      Jika nama penulis terdiri atas dua atau lebih kata maka unsur nama yang palng akhir dibalik lalu diberi tanda koma.
4.      Urutan penulisan identitas buku yaitu nama pengarang, tahun terbit, judul, tempat, dan penerbit.
5.      Setiap akhir unsur diberi tanda titik kecuali setelah kota terbit  diberi tanda titik dua.
6.      Judul dicetak miring atau diberi garis bawah.
7.      Gelar pengarang buku tidak ditulis.
8.      Apabila panjang identitas buku melebihi satu baris maka penulisan baris kedua dan menjorok ke dalam sebanyak 3 huruf.
9.      Apabila nama pengarang buku lebih dari 3, maka hanya ditulis nama yang pertama, lalu koma dan ditulis (dkk.) atau (et al).
10.  Setiap pergantian sumber/referensi diberi spasi satu kali.
11.  Jarak/spasi pengetikan bibliografi yaitu single (1).
12.  Apabila nama pengarang sama, maka selanjutnya diganti dengan garis sepanjang tujuh huruf atau sepajang nama.
13.  Pegurutan nama pengarang yang samayang sama berdasarkan tahun terbit.
14.  Pegurutan nama pengarang yang sama, tahun terbit sama, tetapi judul berbeda maka pengurutannya berdasarkan abjad judul.
15.   Sebelum pengetikan tanda baca tidak ada spasi.
Contoh:
Hariana, Arief. 2007. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Depok: Penebar Swadaya.

Nujatmika, Yusep. 2011. Buku Pintar Sains Bumi dan Alam Semesta. Jogjakarta: DIVA Press.
Wiyantara, Bernandius T. Wahyu. 2006. Bertanam Cabai pada Musim Hujan. Tangerang: PT. AgroMedia Pustaka.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Bahasa Indonesia - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -